kultum tentang "KEMATIAN"

0 Comments



Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi robbil ‘alamin. washolatu wassalamu ‘ala asrofil ammbiyai wal mursalin, wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in. ‘amma ba’du

Puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di masjid al-ma’ruf dengan keadaan sehat wal afi’at. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada buah hati siti aminah, putra sayyi Abdullah tak lain dan tak bukan adalah junjungan kita nabi besar Muhammad saw. Sehibngga kita bias dianggap dan disebut umat serta pengikut beliau di hari kiamat kelak.
Hadirin sekalian yang berbahagia Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan memberikan sebuah tema pembicaraan saya tentang :KEMATIAN


KEMATIAN suatu kata yang tidak asing  ditelinga kita, akan tetapi dapat menggetarkan hati setiap insan yang bernyawa, Mengapa .??? Karna kematian merupakan suatu KENISCAYAAN yang akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa , Entah dia seorang kaya atau seorang yang miskin entah dia seorang yang muda atau yang tua entahh dia seorang pejabat tinggi maupun rakyat kecil . PASTI akan mengalami kematian . 

Berkenaan dengan ini Allah SWT berfirman dalam Al-Qur an surat Al-Imran ayat 185 yang artinya : " Sesungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian dan sesungguhnya semua amalan akan disempurnakan diakhirat nanti ". Berkenaan dengan ayat diatas tadi jelas sekali  bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian .
          
Ada suatu riwayat, suatu ketika Rasul SAW ditanya oleh salah seorang sahabat : " Ya Rasulullah ketika engkau telah tiada maka kepada siapa lagi hamba meminta NASEHAT . Rasul SAW menjawab: Wahai sahabat sesungguhnya aku telah meninggalkan 2 NASEHAT kepada kamu : Nasehat yang pertama adalah nasehat yang berbicara dan nasehat yang kedua adalah nasehat yang diam .Lalu sahabat kemudian bertanya lagi kepada Rasul Saw . : ya.. Rasulullah apakah nasehat    Berbicara itu ya Rasul dan apakah nasehat yang diam itu ya.. Rasulullah. Rasulullah kemudian menjawab : wahai sahabat wahai sahabatku nasehat yang berbicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu adalah kematian .
  
Rasulullah SAW pernah ditanya oleh salah seorang sahabat , ya Rasulullah siapakah orang yang paling berakal dan siapakah orang yang paling bijaksana .?.Rasulullah SAW menjawab, “Orang yang paling berakal adalah orang yang paling banyak mengingat kematian. Sementara orang yang paling bijaksana adalah orang yang paling baik persiapannya. Dia akan mendapat kemuliaan di dunia dan akhirat.”

           Hadirin yang berbahagia kematian merupakan universitas terbaik dalam kehidupan kita , Mengapa ...??? . Karna seperti  kita ketahui bersama bahwa kita sering diperhadap dengan suatu kejadian yang berkaitan dengan kematian . Ketika kita sama-sama memandinkan  mayat , menyolati mayat , mengkafani simayat , dan mengantarkan mayat sampai di tempat peristiraharan terakhirnya . Dann kita tidak pernah akan mengetahui kapan giliran kita selanjutnya akan dipanggil . mungkin tahun ini , bulan ini , dan bahkan besok pun kita tidak pernah akan mengetahui kapan giliran kita selanjutnya akan dipanggil . Berikut ini sedikit nasehat yang ingin disampaikan oleh guru kematian diantaranya .


1.       Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga Tak ada satu  buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian. Tak seorang pun tahu berapa  lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir. Sebagaimana  tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat. Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1, "Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)."Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata. Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, "Ya Allah, mundurkan ajalku sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan." Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan. Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan. Allah swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44, "Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: ‘Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul…."

2.       Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan ‘habis’, usai sudah permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya. Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan Hingga kapan pun. Padahal, sandiwara sudah berakhir. Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat selamanya. Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya. Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita. Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir. Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran. Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya. Pun begitu, teramat naif kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya. Semua berawal, dan juga akan berakhir. Dan akhir itu semua adalah kematian.

3.        Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa Fikih Islam menggariskan kita bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu. Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa. Cuma tubuh kecil yang telanjang. Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan. Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan. Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga. Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah. Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah. Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa. Dan, bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.


4.       Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga. Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga.  tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan. Mungkin, inilah maksud ungkapan Imam Ghazali ketika menafsirkan surah Al-Qashash ayat 77, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia…" dengan menyebut, "Ad-Dun-ya mazra’atul akhirah." (Dunia adalah ladang buat akhirat).
    
Ingat hadirin kematian itu begitu dekat dan sangatlah dekat . Maka dari itu saya mengingatkan kepada seluruh hadirn marilah kita jadikan kematian sebagai guru terbaik kita agar kelak datang waktunya kita dipanggil kita telah siap untuk menghadapnya . Rasul SAW bersabda : cukuplah kematian itu menjadi nasehat.

Demikian Kultum yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, yang benar datangnya atas bimbingan Allah SWT Yang Maha Benar, dan yang salah, khilaf, atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari salah, khilaf dan dosa.

Akhirul kalam, Billahi Fissabilhaq, Fastabiqul Khoirot.
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
.

Yuk Kunjungi  Toko Online Dari blog Ini

Disini kamu bisa berjualan apapun dari fashion pria wanita, pulsa, paket data, dan lain-lain. Keuntungan 1juta/bulan. Tunggu apalagi buruan daftar.

"Teruslah berbuat baik meski itu melelahkan, karena lelahnya akan hilang sedangkan pahalanya InsyaAllah akan terus ada"


Berbagai Ilmu

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 comments: